Semua orang pasti pernah mengalami cinta, baik yang
dibalas maupun yang bertepuk sebelah tangan. Kelanjutan dari cinta ini adalah
komitmen. Kalau cuma sekedar cinta saja itu namanya nafsu, komitmen berarti
menikah. Dan menikah itu berarti tanggung jawab!
Aku memang bukan seorang yang ahli bercinta,
upsss...ahli dalam bidang cinta maksudnya. Cuma saja aku mengerti beberapa hal
mengenai cinta. Seperti cinta eros, agape dan filia atau kebenaran bahwa hanya
ada dua tipe orang yang kepadanya kita jatuh cinta. Pertama, orang yang
mempunyai kesamaan dengan kita. Kedua, orang yang sangat berlawanan dengan kita
(Dan dua - duanya pernah tak jalani!).
"Wanita-wanita keji untuk laki-laki yang keji dan laki-laki keji untuk wanita-wanita yang keji, wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik. Mereka yang dituduh itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka yang menuduh. Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia." (QS. An-Nur: 26)
Aku juga pernah "terjatuh" karena cinta, namun bangkit kembali
dalam waktu yang cukup lama. Cinta memang indah....tetapi kadang membawa
sengsara. Dan kita semua harus mengalaminya. Mengapa? Karena itulah takdir
kita! Kemanapun kita lari, kita tak akan dapat bersembunyi. Dimanapun kita
pergi, cinta pasti datang kembali ! "Dewasa bukan faktor umur, tapi
sikap dan tuntutan. Biasakan berfikir dewasa sebelum kalang kabut setelah
berumah tangga (nantinya)".
Kalau dipikir-pikir, jodoh sebenarnya refleksi diri kita. Kalau kita
baik, jodoh kita pasti baik. Kalau kita jahat pasti jodoh kita pasti jahat. Ini
bukan omong kosong, karena semua sudah tertulis dalam Al-Qur'an.
"Wanita-wanita keji untuk laki-laki yang keji dan laki-laki keji untuk wanita-wanita yang keji, wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik. Mereka yang dituduh itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka yang menuduh. Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia." (QS. An-Nur: 26)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar