Banyak
contoh yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang yang tidak
menerapkan prinsip ini. Mereka
cepat menyerah, berhenti berusaha, dan mengalah pada nasib atau cobaan yang mereka terima. Ciri
utamanya ialah suka mengatakan “Saya Tidak Bisa”.
Man Jadda Wajada berarti Barangsiapa Bersungguh-sungguh Pasti Berhasil. Setahu saya, ini bukan hadist, meski menggunakan bahasa Arab. Mungkin sejenis pepatah Arab tetapi mengandung makna yang dalam. Kata kunci dalam pepatah ini ialah Jadda atau bersungguh-sungguh. Jadi, sejauh mana Anda sudah mengaplikasikan pepatah ini ialah sejauh mana Anda bersungguh-sungguh.
"Kenapa harus
bersungguh-sungguh?" Jawabannya yaitu Wajada. Supaya Anda mendapatkan apa
yang Anda inginkan. Allah yang menentukan segala sesuatu, tetapi kita
diwajibkan ikhtiar dan kesungguhan dalam ikhtiar diperlukan. Sungguh-sungguh
adalah salah satu cara
menyempurnakan amal kita
secara lahir. Sehingga kita benar-benar maksimal berusaha. Nah, jika masih
belum juga tercapai baru itu takdir. Jangan sampai, kita dengan mudahnya
menyalahkan takdir, padahal kita belum maksimal dalam ikhtiar. Jangan mudah mengaku sudah maksimal, padahal belum.
Segala sesuatu, jika
ingin berhasil harus dilakukan dengan kesungguhan. Jadi, Man Jadda Wajada,
meski pun hanya sebuah pepatah, tetapi tidak bertentangan dengan ajaran Islam,
sebab kesungguhan memang diperintahkan kepada kita. Diantara perintah
kesungguhan:
· Kesungguhan Dalam
Meraih Keridhaan
Tentu saja, yang pertama-tama adalah kesungguhan untuk mencari keridhaan Allah.
Ini adalah hal yang besar, harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Jika kita
sungguh-sungguh, maka Allah akan menunjukan jalan-Nya.
“Dan
orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk mencari keridhoan Kami, benar-benar
akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami” (QS. Al- Ankabut : 69)
·
Kesungguhan Mengubah
Keadaan Diri
"Sesungguhnya Allah tak akan mengubah keadaan suatu kaum
sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri" (Q.S. ar-Ra‘d : 11)
Anda
ingin berubah menjadi lebih baik? Maka Anda harus memiliki kesungguhan berusaha
mengubah diri sendiri. Jika Anda tidak sungguh-sungguh mengubah diri sendiri,
mengapa berharap Allah akan mengubah kondisi Anda?
·
Kesungguhan Dalam
Mencari Nafkah
Rasulullah
SAW juga menyuruh kita agar bersungguh-sungguh dalam mencari nafkah. Bahkan
selain kita akan mendapatkan rezeki yang berlimpah, juga mendapat bonus yang
jauh lebih besar, yaitu sampunan Allah. Luar biasa manfaat dari kesungguhan itu.
Kunci kesungguhan
adalah ikhlas dan shabar.
Menurut Syaikh Mu’min
Fathi al-Haddad, dalam Kaifa Takhsya’u fi Shalatika wa tadfa’u min Wasawisika,
menyatakan bahwa, keikhlasan tidak akan sempurna tanpa adanya kesungguhan, dan
tiada kesungguhan tanpa adanya keikhlasan. Sedangkan kesungguhan dan keikhlasan
tidak akan dapat sempurna kecuali dengan kesabaran.
Ikhlas
adalah niat karena Allah. Jika niat karena Allah maka otomatis harus
sungguh-sungguh. Kerja untuk boss atau atasan saja sungguh-sungguh, apalagi
untuk Allah. Maka tanamkan dalam hati, bahwa kita berusaha karena dan untuk
Allah. Dan, dalam berusaha itu seringkali menghadapi halangan, cobaan, dan
waktu yang lama. Disinilah, keshabaran mutlak diperlukan. Tidak ada kesungguhan
tanpa keshabaran. Silahkan ukur diri Anda, sejauh mana Anda membumikan Man Jadda Wajada dalam kehidupan Anda.
Sumber: http://www.motivasi-islami.com/membumikan-man-jadda-wa-jada/


Tidak ada komentar:
Posting Komentar